Struktur Produksi, Distribusi, Pendapatan dan Kemiskinan II

KEMISKINAN

Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendahserta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan dua masalah besar dibanyak negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia.
Akan tetapi, sejarah menunjukan bahwa setelah 10 tahun berlalu pada tahun 1969, ternyata efek yang dimaksud itu mngkin tidak tepat untuk dikatakan sama sekali tidak ada, tetapi proses mengalir ke bawahnya sangat lambat. Akhirnya, sebagai akibat dari strategi tersebut, pada dekade 1980-an hingga pertengahan dekade 1990-an, sebelum krisis ekonomi, Indonsia memang menikmati laju pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto yang relatif tinggi, tetapi tingkat kesenjangan juga semakin besar dan jumlah orang miskin tetap banyak.

Penyebab Kemiskinan

  • Karena ciri dan keadaan masyarakat dalam suatu daerah sangat beragam (berbeda) ditambah dengan kemajuan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang masih rendah
  • Kebijakan dalam negeri seringkali dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri atau internasional antara lain dari segi pendanaan

Ukuran Kemiskinan

  1. Kemiskinan Absolut
    Konsep kemiskinan pada umumnya selalu dikaitkan dengan pendapatan dan
    kebutuhan, kebutuhan tersebut hanya terbatas pada kebutuhan pokok atau
    kebutuhan dasar ( basic need ).
    Kemiskinan dapat digolongkan dua bagian yaitu :
    a. Kemiskinan untuk memenuhi bebutuhan dasar.
    b. Kemiskinan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

  2. Kemiskinan Relatif
    Menurut Kincaid ( 1975 ) semakin besar ketimpang antara tingkat hidup orang
    kaya dan miskin maka semakin besar jumlah penduduk yang selalu miskin.

Strategi Dalam Mengurangi kemiskinan

  • Pembangunan Sektor Pertanian

    Sektor pertanian memiliki peranan penting di dalam pembangunan karena sektor
    tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pendapatan masayrakat di
    pedesaan berarti akan mengurangi jumlah masyarakat miskin. Terutama sekali
    teknologi disektor pertanian dan infrastruktur.

  • Pembangunan Sumber Daya manusia

    Sumberdaya manusia merupakan investasi insani yang memerlukan biaya yang
    cukup besar, diperlukan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan
    kesejahteraan masyrakat secara umum, maka dari itu peningkatan lembaga
    pendidikan, kesehatan dan gizi merupakan langka yang baik untuk diterapkan oleh
    pemerintah.

  • Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat

    Mengingat LSM memiliki fleksibilitas yang baik dilingkungan masyarakat
    sehingga mampu memahami komunitas masyarakat dalam menerapkan rancangan
    dan program pengentasan kemiskinan

Faktor-faktor Penyebab kemiskinan

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemiskinan baik secara langsung
maupun tidak langsung

  • Tingkat kemiskinan cukup banyak.
  • Mulai dari tingkat dan laju pertumbuhan output ( produktivitas tenaga kerja ).
  • Tingkat inflasi.
  • Tinggat Infestasi.
  • Alokasi serta kualitas sumber daya alam.
  • Tingkat dan jenis pendidikan.
  • Etos kerja dan motivasi pekerja.

http://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/kemiskinan.pdf

One response to “Struktur Produksi, Distribusi, Pendapatan dan Kemiskinan II

  1. Pingback: PEREKONOMIAN INDONESIA 4 « fderry85

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s